Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
*ikuti link untuk membaca selengkapnya
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, " kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii,ummatii, mmatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mu lia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Monday, 5 October 2009
AIRMATA RASULULLAH SAW...
Wednesday, 16 September 2009
Nyah.. Nyonyah liat yang bening-bening disini...

Sudah 10 hari Nyonyah berada di Jepang, meninggalkan Jogja, meninggalkan rumah beserta kandang kambingnya, dan meninggalkan Ijah.. Disini, nyonyah hidup tentram aman dan damai, segalanya serba otomatis, mo nyuci mesin cucinya otomatis, mo ngidupin lampu juga otomatis, nggak perlu cetakcetek, begitu jalan lampu udah menyinari kita kayak artis aja.. Bokerpun juga otomatis, udah ada yang nyebokin, hahaha, istilahnya almarhum mas karyo, "tinggal pencet nil, air ngocor dimana-mana"..
Tapi disini Nyah ngerjain semua pekerjaan Ijah sendiri, makan-makan sendiri, cuci baju sendiri, masak pake hitachi, kek lagunya megi jet aja.. Biasanya kalo di rumah Ijah yang nyiapin semuanya, Nyah tinggal pake doank..
Mulut Nyah berasa gatel-,, berasa pengen nyuap-nyuap nyosor-nyosor, udah 10 hari nggak neriakin Ijaaaahhh, mo teriak juga percumah, Ijah budeg nggak bakalan denger, telinga juga dah gatel, lama nggak denger suara, iya nyaaaaahhh.. Disini nggak ada kandang kambing, disini nggak ada indosiar, Nyah nggak nyimak gimana nasibnya Muslimah, udah tamat keknya..
*klik tautan di bawah ini untuk membaca selengkapnya
Apa kabar rumah ya??? Jangan-jangan udah dijual ma Ijah, atau malah dibakar massa gara-gara bau kambing dimana-mana, mentang-mentang jauh Ijah nggakk mau lagi ngurusin kambing, trus kambingnya berkeliaran di sekitar rumah, trus pada berlarian kesana kemari, trus pas ditengah jalan ditabrak sama mobil, nggak tahunya yang punya mobil cakep banget, udah gitu tajir banget lagi, trus ditolong dibawa ke rumah sakit trus dijadiin istri.. Ni ngomongin kambing pa sinetron sih???
Disini, Nyah bertemu dengan banyak orang dari berbagai macam, mulai dari yang sipit-sipit sampe belo-belo, mulai yang kulit putih sampe kulit item (untungnya nyah berada di antaranya).. Kadang Nyah nggak ngerti mereka ngomong apaan, bahasanya jelimet, wash wush wash wush, kayaknya sih ngomongin Nyah, abis mereka bingung kok ada orang kek ginian berhasil melewati petugas imigrasi bandara, harusnya kan dikarantina..
Tapi disini banyak yang bening-bening, banyak jejaka-jejaka muda yang ganteng-ganteng, mulai dari yang jaga kasir di Mol depan rumah, temen duduk waktu ngebis, temen serumah, sampe temen seTKIan, hehehehe…
Bakalan banyak calon babeh nih, paling enggak buat vitamin A, biar matanya jereng…
Udah dulu ye, Nyah banyak kerjaan disini, makanya rada susah buat nulis, kadang kalo malem, Nyah harus duduk di deket pintu biar dapet gratisan sinyal, disini dingin, kalo Nyah sakit nggak ada yang ngurus.. Cekidot saja…
^v^ Onookie-Chan ^v^
keyword: cerita, cerita dewasa, cerita panas, baladas, stories
Tuesday, 5 May 2009
Titanic Tenggelam

Inilah reaksi Dunia pada saat Titanic tenggelam :
Presiden Bush - Amerika Serikat:
"Sebuah kapal yang sedang berlayar menuju kepada kebebasan telah diserang oleh teroris. Kita tidak akan duduk diam. Kita akan memberi pelajaran kepada mereka! Bin Laden, anda dapat berlari tapi anda tak akan dapat sembunyi! Kami akan menemukanmu dan menghancurkan jaringan AL Qaedamu!"
PM Tony Blair - Inggris:
"Saya telah berbicara dengan Presiden Bush, dan kami berdua telah sepakat bahwa tenggelamnya kapal Titanic adalah bukti-bukti tak terbantahkan bahwa pengikut pengikut Saddam Hussein ada dibelakang serangan itu. Irak, nyata-nyata telah menjadi ancaman bagi dunia dan kita harus menyelesaikannya. "
PM John Howard - Australia:
"Kami mendapatkan bukti bahwa di dalam kapal tersebut terdapat penumpang bernama Ahmad dan Abu Umar. Ini menunjukkan bahwa JI bertanggungjawab atas tenggelamnya kapal itu. Kami meminta Pemerintah Indonesia bertindak lebih tegas kepada aktivis-aktivis JI, atau kami sendiri yang akan menindak mereka!"
*klik tautan di bawah ini untuk membaca selengkapnya
PM Ehud Olmert - Israel:
"Ini merupakan pekerjaan Hamas! Telah cukup bukti bahwa tenggelamnya Titanic bukanlah kecelakaan, namun merupakan serangan bunuh diri Hamas. Kami akan memblokade Palestina!, menahan mereka!, membuang mereka! membunuh mereka!, membuat mereka kelaparan, menghancurkan rumah-rumah mereka dan kamp-kamp pengungsi mereka!"
PM Vajpayee - India:
"Telah ditemukan paspor Pakistan dalam sisa-sisa Titanic. Jelas bahwa Pakistan harus membayar aksi teror tersebut dan kita telah mengirimkan lebih banyak lagi tentara ke perbatasan."
PM Surayud Chulanont - Thailand:
"Kapal itu sebelumnya milik keluarga Thaksin Shinawatra yang kemudian dijual ke perusahaan Singapore. Kita akan mengambil kembali kapal itu untuk rakyat Thailand."
Presiden Castro - Cuba:
"Titanic adalah lambang kapitalisme. Tenggelamnya Titanic memperlihatkan kepada dunia bahwa kapitalisme mulai hancur dan tenggelam. Cuba akan terus setia kepada cita-cita sosialisme dan akan berjaya bersamanya!"
Anggota DPR - Indonesia:
"Titanic? Apaan sih itu? Oh Ya, Titanic.. kita sedang mengajukan RUU tentang Pemberantasan Titanic. Untuk itu kami akan mengadakan studi banding ke Hawaii. Mohon masyarakat dapat memahami pentingnya RUU ini sehingga pembahasannya memerlukan konsentrasi yang tinggi. Untuk itu kami akan membahasnya di Bali. Agar kami dapat bekerja lebih baik, kami akan membawa serta istri-istri, anak, cucu, mertua, keponakan, mantu dll-dll. Tentu dengan biaya negara. Harap maklum, gaji kami sebagai anggota DPR hanya 30 juta. Kami meminta pemerintah untuk menaikkan tunjangan rapat 400% atau kami akan mengajukan interpelasi masalah Titanic."
Yang sebenarnya terjadi:
Juru Radio Titanic:
"SOS..SOS.. Mohon bantuan... kapal kami menabrak gunung es....."
Pengarang : Dimaz Ankaa Wijaya
keyword: cerita, cerita dewasa, cerita panas, baladas, stories
Wednesday, 22 April 2009
Surat Cinta Minimalis

Beberapa waktu lalu, saya mendapat e-mail dari seorang teman. Dia mengirim cerita yang diambil dari blog temannya. Ceritanya sangat menggugah. Saya merasa perlu berbagi cerita tersebut di blog ini:
Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama: "Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu (atau istrimu)?" Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah, hingga jawaban duniawi: cakep atau tajir. Manusiawi memang.
Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini, saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan dua bulan, lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Tapi dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki, membuat dirinya sulit untuk membuka diri.
Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapinya dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi. Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya, serta memohon saya untuk cuti agar bisa menemaninya selama proses pernikahan.
*klik tautan di bawah ini untuk membaca selengkapnya
Begitu banyak pertanyaan di kepala saya. Asli. Saya ingin tahu, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa, hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan.
Beberapa kali dia telepon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telepon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That's all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Saya mengambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu, saya memutuskan untuk menginap di rumahnya.
Jam 11 malam H-1, kami baru bisa ngobrol hanya berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kami. Padahal rencananya, kami ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kami ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kami tidur.
"Aku gak bisa tidur," katanya. Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat itu.
"Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur."
"Iya.. ya."
Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kami melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar, memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam: "Kenapa kamu memilih dia?"
Dia tersenyum simpul, lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP di bawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja riasnya. Dengan bantuan nyala LCD HP, dia mengais lembaran kertas di dalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali, lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja.
"Apaan sih?" saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.
"Buka aja," jawabnya.
Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4. Saya menebak warnanya pasti putih. Saya membaca satu kalimat di atas di deretan paling atas.
"Busyet dah nih orang," saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya. Dan sampai saat ini pun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu:
Kepada Yth.
Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya, dan calon kakak buat adik-adik saya
di Tempat
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Mohon maaf kalau Anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir, baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar. Tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.
Saya, yang bernama …… menginginkan Anda …… untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.
Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan Anda untuk mendampingi saya untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Karena itu, saya menginginkan Anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu, apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti, saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik.
Kenapa saya memilih Anda? Sampai saat ini, saya tidak tahu kenapa saya memilih Anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih Anda. Yang saya tahu, saya memilih Anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah.
Saya tidak berani menjanjikan apa-apa. Saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini. Saya mohon, sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal satu minggu, maksimal satu bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin..
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah: sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya. Saya menatap sahabat di samping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.
"Kenapa kamu memilih dia?" tanyaku lagi.
"Karena dia manusia biasa," jawabnya mantap. "Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu, dia akan selalu berusaha, tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita di kemudian hari. Entah kenapa, itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku."
"Maksudnya?" aku bertanya penuh selidik.
"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan? Paling gak, aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha," katanya sambil tertawa.
"Ssttt…" Saya membekap mulutnya, khawatir ada yang tahu kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkrik terdengar nyaring di luar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. .
"Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama," kataku.
Kita kembali rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.
"Gik…" dia memanggil lirih.
"Tidur.. dah malam," saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah. Kayaknya saya tidak bakal tidur semalaman ini.
****
Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya, ia sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu pun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban, tapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan 'nama'. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan.
Ketika itu, segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata, diniatkan untuk ibadah, menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya, maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-Nya. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah, meminta-Nya mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, "Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci."
Witing tresno jalaran garwo (sigaraning nyowo). Kalau diterjemahkan secara bebas: Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Namun, sejak membaca cerita ini hingga blog ini kuposting, ada satu pertanyaan besar yang hinggap di kepalaku, yakni: "Seberapa banyak lagi wanita yang berpikiran seperti wanita dalam cerita di atas?" Wallahu a'lam bis shawab
keyword: cerita, cerita dewasa, cerita panas, baladas, stories
Wednesday, 15 April 2009
Nasehat Kehidupan

Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan degann seksama, lalu Ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan,
"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua
"Pahit, pahit sekali ", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping
Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya.
Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yang tenang itu.
Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.
*klik tautan di bawah ini untuk membaca selengkapnya
"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya,
"Bagaimana rasanya ?"
"Segar", sahut si pemuda.
"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua
"Tidak, " sahut pemuda itu.
Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:
"Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang kamu dapat lakukan; Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu".
Pak tua itu lalu kembali menasehatkan:
"Hatimu adalah wadah itu; Perasaanmu adalah tempat itu; Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian. Karena Hidup adalah sebuah pilihan, mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang? Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik.”
keyword: cerita, cerita dewasa, cerita panas, baladas, stories
